NEWS

Gandeng Dubes Panama, Magister Hukum USM Gelar Webinar Tentang Kebijakan Diplomasi

.SEMARANG – Program Studi Magister Hukum Universitas Semarang (USM) menggandeng Duta Besar RI Sukmo Harsono SE MM menggelar Webinar tentang “Kebijakan Diplomasi Saat Covid-19” secara daring, baru-baru ini.


Sukmo Harsono merupakan Dubes RI untuk Panama merangkap Dubes untuk Honduras, Kostarika, dan Nikaragua.

Menurut Kaprogdi Program Studi Magister Hukum USM Dr M Junaedi MH kegiatan ini diikuti sebanyak 100 an peserta dengan menghadirkan moderator dosen MH USM Dr Drs H Kukuh Sudarmanto SSos SH MM MH. 

Menurut Dr. M Junaedi tujuaan webinar ini adalah untuk menambah wawasan dan pengetahun para peserta yang terdiri dari mahasiswa USM pengacara.

Serta para akademisi dari perguruan tinggi Se Indonesia ini terkait kebijakan diplomasi Dubes RI di Panama saat pandemic covid-19.

Dalam paparannya Sukmo Harsono menyampaikan tentang berbagai kebijakan diplomasi yang dilakukannya di Panama, Honduras, Kostarika, dan Nikaragua.

“Tugas pokok saya sebagai Dubes adalah diplomasi marketing, diplomasi politik, diplomasi, penerangan sosial dan buadaya, dan diplomasi perlindungan terhadap WNI” ungkapnya.

Saat pandemi ini kami mengawali tugas sebagai Dubes pada November 2020 dan pandemi ini  membawa pola sangat signifikan dalam pergaulan internasional, dan masing-masing negara memliki kebijakn sendiri dengan skala prioritas.

Sesuai arahan Presiden RI diharapan diplomast bisa 70%  melaksanakan diplomasi marketing karena dengan dengan keberhasilan diplomasi marketing bisa mendongkrak prekonomiam negara melalui investasi dan lain-lain.

Selain itu kami juga secara aktif melakukan perlindungan WNI terkait hak-hak para Anak Buah Kapal (ABK) di Panama dengan melakukan sidak dan menemui langsung pemilik kapal.

Para peserta webinar selain mendapatan wawasan tentang kebijakan diplomasi Panama City mengandalkan pendapatannya melalui jasa Terusan Panama atau Kanal Panama.

Menariknya kanal ini bisa mengurangi jarak tempuh dari lautan Pasifik ke lautan Atlantik yang seharusnya perjalanan kapal ditempuh sebulan bisa efektif menjadi 10 jam, artinya ada penghematan bahan bakar dan waktu tempuh yang luar biasa.

Biaya untuk melewati kanal ini sangat mahal karena menggunakan teknologi tinggi.

Yaitu menggunakan sistem dimana kapal diangkat menggunakan kekuatan air lalu diangkat diatas dan menyeberangi bukit lalu turun menuju lautan yang dituju, dan dari hasil jasa kanal ini mejadikan 60% sumber pendapatan Panama.


Agus S | 05 January 2022